PROFIL MTS PSA TA’ALLUMUL HUDA GANGGAWANG

Madrasah kami bernama Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Satu Atap (MTs PSA) Ta’allumul Huda adalah sekolah Islam setaraf Sekolah Menengah Pertama (SMP). MTs ini berada di bawah Yayasan Robithotul Ma’ahid (Yarobi) yang memiliki Pesantren Ta’allumul Huda. MTs ini dibangun atas kerja sama Australia Indonesia Partnership (AIP) pada tahun 2007. Tempatnya berada di Desa Ganggawang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.
Ketua Yayasan kami bernama K.H. Saeful Rohman, S.H. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Fokus se-Indonesia yang terdiri dari 504 MTs Satu Atap (MTs SA). Kepala MTs PSA Ta’allumul Huda yang pertama adalah Drs. Ubad. Periode berikutnya adalah adalah K.H. Rosikhin, S.Pd.I. Mulai tahun 2011 dijabat oleh Ma’mun, S.Ag. Adapun jumlah murid pada tahun 2011/2012 yaitu 207 dan jumlah guru 23 orang.
Pada tahun 2011 lalu, MTs kami menjadi Juara Umum Nasional pada Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) antar-MTs se-Indonesia di Solo, Jawa Tengah. Untuk tahun 2012 ini, Porseni akan diadakan di Malang, Jawa Timur pada bulan Juni. Kami terus berlatih dan berupaya untuk kembali meraih Juara Umum.
Sekarang MTs kami sudah dapat melaksanakan ujian nasional (UN) sendiri. UN pertama kami masih menginduk ke MTs Negeri Bangbayang yang berada di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Saat saya menulis profile MTs ini, Senin, 23 April 2012, sedang berlangsung UN hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. UN dilaksanakan selama 4 hari. Mata pelajaran UN yang utama yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Nilai hasil UN ini menjadi standar nasional dalam kelulusan siswa.
Secara umum, kondisi sekolah kami sangat sederhana. Belum memiliki jaringan internet. Hanya menggunakan modem, itu pun sinyalnya kurang bagus. Perpustakaan dan laboratorium pun kurang memadai. Namun, untuk di wilayah Kecamatan Salem, kondisi bangunan dan keadaan yang demikian sudah cukup bagus. Maklumlah, kami tinggal di pedesaan yang jauh dari ibukota kabupaten. Jarak ke ibukota kabupaten (Brebes) sekitar 80 kilometer.
Desa Ganggawang berjarak sekitar 5 kilometer dari Kecamatan Salem. Di sekitarnya terdapat persawahan dan ladang penduduk. Hutan yang ada adalah hutan pinus. Di sebelah utara terdapat pegunungan yang tinggi, sekitar 900 - 1200 meter di atas permukaan laut (dpl) bernama Gunung Sagara. Udaranya masih segar. Pegunungan di sebelahnya bernama Gunung Kumbang. Dalam catatan sejarah, di Gunung Kumbang pernah ditemukan sebuah situs (naskah) batu tulis peninggalan Kerajaan Pajajaran dan Kerajaan Galuh (tahun 1218 Masehi). Naskah ini kemudian dibawa bupati Brebes RAA. Tjandranegara pada masa itu dan diserahkan kepada seorang ahli bahasa K.F. Holle (Belanda) untuk kemudian disimpan di Batavia (Jakarta). Diduga, sekarang naskah aslinya ada di Belanda. Sebagian hutan di pegunungan Sagara dan Kumbang merupakan cagar alam.
Khusus masyarakat di Desa Ganggawang, mata pencahariannya adalah bertani di sawah dan ladang. Pengolahan sawah masih secara tradisional, yakni dicangkul dan menggunakan bajak kerbau. Sebagian sudah ada yang menggunakan bajak mesin (traktor). Sistem panen pun masih tradisional, yakni dengan dipotong menggunakan sabit. Bahkan pada masa dulu, orang memotong batang padi satu per satu dengan menggunakan ani-ani. Selain itu, masyarakatnya dominan pengrajin perangkat rumah tangga dari anyaman bambu, yaitu boboko (cepon). Boboko ini biasa digunakan masyarakat untuk tempat nasi di meja makan. Ada juga yang digunakan untuk kenang-kenangan. Boboko dari desa ini merupakan sumber utama yang dijual oleh para pedagang boboko dari desa lainnya di wilayah Kecamatan Salem.
Selain kerajinan bobobko, di Kecamatan Salem juga terdapat pengrajin kain batik, terutama di Desa Bentar. Batik Bentar sudah terkenal untuk wilayah Kabupaten Brebes dan Jawa Tengah. Sekarang, kerajinan batik ini juga dikembangkan di Pondok Pesantren Ta’allumul Huda. Secara nasional, kain batik merupakan peninggalan leluhur bangsa Indonesia yang kini sudah diakui Unesco, di samping wayang dan gamelan. [PURHENDI]


100_1100.JPG


Catatan; Dalam Porseni MTs SA se-Indonesia di Malang. 1--3 Juli 2012, MTs kami kembali menjadi Juara Umum. (Salam kangen untuk teman-teman di MTs SA se-Indonesia, terkhusus Pak Suntoro. Maju terus, pantang mundur! Semangaaaat!)